UniqMag
ad

Pengrajin Genteng di Sumenep Terancam Gulung Tikar

berita terkini
Ilustrasi produksi genteng
ad

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Pengrajin genteng di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terancam gulung tikar. Paslanya hasil dari genteng saat ini sangat sulit dipasarkan.

Bunarwiyanto, salah seorang pengrajin genteng asal Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Sumenep mangatakan bahwa pihaknya melangalami kendalam dalam produksi genteng.

"Kendalanya saat ini soal pemasaran," katanya saat ditemui di tempat mereka memproduksi, Rabu (13/12).

Menurutnya, menurunnya minat warga pada produk genteng asal Andulang itu, diduga akibat masuknya genteng yang diproduksi oleh perusahaan. Seperti genteng beton dan juga hasbis.

Bunarwiyanto menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Pemerintah Daerah soal keluhan dan kendala tersebut. Pihaknya berharap kepada pemerintah daerah untuk ikut andil mencari solusi agar pengrajin genting tetap bertahan.

"Di area perkotaan banyak yang memakai geting beton," sambungnya.

Minimnya peminat itu menyebabkan semangat pengrajin mulai kendur meskipun itu sudah dilakukan secara turun temurun. Karena proses produksi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pertama pengrajin harus mengulah tanah liat yang dicampur dengan pasir. Setelah jadi, baru masuk proses cetak dengan menggunakan alat pencetak yang disediakan.

Setelah itu, didiamkan dibawah atap bangunan hingga setengah kering. Kemudian dijemur selama kurang lebih dua hari, setelah kering lalu masuk proses pembakaran.

"Proses pembakaran ini membutuhkan waktu selama dua sampai tiga hari," jelasnya.

Kemudian setelah dinyatakan bagus, diambil dan dijeburkan ke air yang disediakan. Jika proses itu sudah selesai, hasilnya sudah siap jual.

Sementara produksi setiap hari satu pengrajin hanya mampu memproduksi sekitar 500 unit. Itu apabila pengolahan bahan menggunakan alat modern, seperti mesin pengolah tanah liat.

Sedangkan harga jual saat ini dipatok Rp1-1,3 juta per 1000 unit. Namun, dia bersyukur karena tahun ini mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah dartah. Sehingga saat memproduksi akan semakin mudah.

"Ini harga ditempat," jelasnya. (*)

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda