UniqMag
ad

Petani Padi di Blitar Keberatan dengan Rencana Pemerintah Impor Beras

berita terkini
Tanaman padi milik salah satu warga yang siap panen
ad

BLITAR, (suarajatimpost.com) Sejumlah petani di wilayah blitar merasa keberatan dengan rencana pemerintah mengenai impor beras sebanyak 500.000 ton.

Udin petani padi asal Desa Bangle Kecamatan Kanigoro, mengaku resah dan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah melakukan impor beras.

Hal ini karena daerah kota maupun kabupaten di blitar khususnya masyarakat Kabupaten Blitar banyak yang mengantungkan hidup dengan bercocok tanam.

“Saya sangat tidak setuju dengan rencana pemerintah melakukan impor beras, karena dipastikan akan berdampak pada harga beras, jika harga beras turun harga gabah juga pasti ikut turun," tuturnya, Rabu (24/1)

Di sela-sela ia menggarap sawah dirinya menjelaskan, jika pemerintah nanti jadi melakukan impor beras tentu akan membuat para petani semakin merugi dan tidak bisa menjual hasil panenannya.

“Saat ini biaya tanam dan biaya perawaran padi cukup mahal, untuk mendapat untung kita harus menunggu selama 4 bulan setelah menanam padi, kalau impor tetap dilakukan. Duh bisa rugi para petani,” keluh Udin.

Sementara itu petani lain, Pranoto, juga merasa resah dengan kebijakan impor beras. Karena bulan-bulan ini sudah memasuki musim panen.

“Bulan-bulan ini kan sudah mulai memasuki musim panen, jika terjadi impor beras saat panen raya tentu petani akan merugi dan kebingungan untuk menjual hasil panenannya,” kata Noto sapaan akrabnya.

Oleh sebab itu Pranoto berharap agar rencana pemerintah untuk melakukan kebijakan impor beras tidak jadi sehingga hasil panen petani bisa terserap dengan baik.

“Harapan kami selaku petani kecil agar pemerihtah lebih memperhatikan nasib petani kecil, dan tidak jadi melakukan impor beras agar hasil panen para petani nantinya bisa terserap dengan baik,” harapnya.

Reporter : Nanang Habibi
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda