UniqMag
ad

Hari Gizi Nasional, BMH Bagikan Paket Gizi Kepada Warga Kampung Pemulung Surabaya

berita terkini
Laznas BMH Surabaya, Indokhul Makmun (dua dari kanan) didampingi koordinator kampung pemulung Husein (kanan) membagikan paket gizi kepada warga berhak.
ad

SURABAYA, (Suarajatimpost.com) - Ratusan ibu hamil, balita dan lansia warga pemukiman Kampung Pemulung komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rangkah Tambak Rejo Simokerto Surabaya, antusias menerima paket gizi dan periksa kesehatan gratis dari Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Surabaya.

"Dalam rangka memperingati hari gizi nasional, tepat hari ini BMH mengadakan kegiatan pembagian paket gizi untuk ibu hamil, balita dan lansia. Jadi hari ini serentak dilaksanakan di 78 kota di Indonesia, kalau di Surabaya titik acaranya ada di pemukiman pemulung di makam Rangkah ini," terang humas BMH Surabaya Indokhul makmun kepada Suarajatimpost.com, Kamis (25/01).

Dari 7.500 paket yang disebar di seluruh Indonesia, sekitar 200 paket gizi dibagikan untuk warga Kampung Pemulung Surabaya. Hal itu dilakukan agar masyarakat penerima bisa terpenuhi gizinya.

"Paket ini isinya buah-buahan, kacang hijau, ada susu kaleng, ada susu kemasan juga. Dan ada tambahan telur  sekitar satu kiloan," rincinya.

Bersama pihak rumah sakit Kendang Sari, BMH juga melakukan penyuluhan kesehatan kepada warga.

"Di seremonial acara tadi juga ada penyuluhan dari dokter rumah sakit Kendangsari, bagaimana masyarakat khususnya yang berada di Kampung Pemulung ini paham tentang kebersihan, tentang kesehatan dan bagaimana menjaga gizi agar tetap seimbang," imbuhnya.

Kegiatan sosial yang baru dilakukan di Kampung Pemulung tersebut disambut baik warga, ucapan doa dan terima kasih pun mengalir.

Koordinator Kampung Pemulung yang juga ketua RT setempat Husein menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari barokah gizi warganya.

"Alhamdulillah, BMH sering membantu warga Rangkah. Khususnya warga saya komunitas warga pemulung, disini pengemis, pengemudi becak, pemulung dan pengamen. Tidak terduga bahwa kita masih diperhatikan," tutur Husein, pria yang kerap mendapat penghargaan dari pemerintah atas upaya sosial yang dilakukan kepada warganya tersebut.

Ia menjelaskan bahwa BMH juga pernah memberi pelatihan kepada warganya tentang tata cara membuat sari kedelai.

"Juga (Pendidikan) baca Quran, beasiswa. (Jika) warga saya sakit alhamdulillah bisa mengantar warga saya yang sakit, itu juga dilakukan BMH tanpa dipungut biaya. Kalau ada yang meninggal BMH beri bantuan ambulans," ucapnya.

Salah seorang warga penerima bantuan pun menyampaikan hal serupa, Ia pun berharap langkah yang dilakukan BMH juga dilakukan pemerintah kota Surabaya.

"Kami berharap, pemerintah juga lebih peduli kepada warganya. Kalau ada bantuan lebih merata, karena terkadang yang menerima mereka yang cukup," tukas Suyatmi.

Reporter :
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda