UniqMag
ad

Jelang Lebaran, Harga Cabe Rawit di Jember Jeblok

berita terkini
Aktivitas petani cabe rawit saat musim panen
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Kendati sudah semakin mendekati hari raya Idul Fitri, harga cabai rawit di tingkat petani turun drastis.

Dari harga yang semula Rp 20.000 perkilogram di tingkat petani, turun menjadi Rp 8000 saja.

Sutrisno (43) salah seorang petani cabe asal Desa Slateng Kecamatan Ledokombo, mengeluhkan dengan harga cabe yang semakin hari semakin anjlok.

"Kalau kita hitung modal, kayaknya kita rugi. Mulai dari beli mulsa, pupuk, bayar pekerja dan ongkos metiknya," keluh Sutrisno, saat dikonfirmasi di seputar  pematang sawahnya,Sabtu (26/05/2018) siang.

Kata Sutrisno, bukan hanya dirinya yang mengeluhkan turunnya harga cebe, sejumlah petani lain sama.

"Ada yang lebih lebar dari tanaman saya, kembali modal untung. Harapannya, semoga harga cabe pulih kembali," harapnya.

Keadaan itu juga dibenarkan oleh salah seorang pengepul bernama Azikin, warga Desa Lembengan Ledokombo. 

Dirinya menyebut, harga permintaan cabe di sejumlah pasar kian menurun, seiring banyaknya pasokan dari wilayah lain yang masuk.

"Kalau cabenya bagus, permintaannya yang kurang. Mau tidak mau kita juga harua menekan harga kepada petani. Kalau tidak kita yang merugi," bebernya.

Sampai hari ini, harga jual ecer di sejumlah pasar tradisional di Jember, masih berkisar Rp 10.000 sampai 10.500 perkilogran dengan kwalitas sedang sementara yang bagus masih diatasnya.

Reporter : Imam Khairon
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda