UniqMag
ad

Bahaya Mengancam Warga, Pemkab Tulungagung Tunggu Hasil Kajian Ahli Geologi

berita terkini
Plt Bupati Tulungagung saat dikonfirmasi awak media
ad

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Belasan rumah warga di Desa Tanen Kecamatan Rejotangan alami kerusakan karena tanah bergerak. Kerusakan mulai terlihat parah terjadi pasca terjadinya hujan lebat di Kabupaten Tulungagung awal Maret 2019 kemarin. 

Meski terdampak tanah bergerak, tidak semua warga mengungsi ke tempat yang aman. Bahkan, sebagian masih menghuni rumah yang mengalami kerusakan. 

Tercatat, ada sekitar 17 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tanah bergerak. Namun, hanya sebagian kecil warga yang mengungsi ke tempat yang tidak terpapar ancaman bahaya tanah bergerak.

Terkait soal itu, pihak Pemkab telah berupaya untuk melakukan kajian awal dengan menghadirkan ahli geologi. Dengan hasil dari kajian tersebutlah, Pihak Pemkab akan mengambil keputusan apakah warganya harus diwajibkan untuk mengungsi ataukah tidak. 

PLT Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menjelaskan, pihaknya telah mendatangkan tenaga ahli geologi untuk mengetahui pasti alasan terjadinya tanah bergerak di Desa Tanen.

“Kita datangkan tenaga ahli geologi, pergeseran itu seperti apa, apakah sama seperti yang pernah terjadi di Kecamatan Kalidawir Desa Joho,” jelasnya. 

Sejauh ini pihak Pemkab pun belum mengambil keputusan soal keberadaan warga yang masih menghuni di lokasi tanah bergerak.

“Tapi apakah ini kondisi di lapangan seperti apa, kita lihat dilihat dulu,” jelasnya.

Pihak Pemkab menyatakan kalau nantinya dari hasil kajian dinyatakan berbahaya maka akan dilakukan evakuasi.

“Kalau memang geraknya terus kita pikir kemanannya berbahaya, kita evakuasi kalau tidak bahaya kita perbaiki,” imbuhnya. 

Di singgung soal sejarah tanah bergerak di Desa Tanen yang telah berlangsung sejak tahun 2011 silam, pihak Pemkab menyatakan kejadian tanah bergerak mengalami fenomena yang tidak pasti sehingga untuk pemindahan warganya belum ada alasan yang kuat.

“iya sembuh bergerak, sembuh bergerak, lagi. Soal pemindahan penduduk kita perlu sosiali,” jelasnya.

Pihak Pemkab menegaskan, evakuasi nanti akan dilaksanakan setelah adanya hasil kajian.

“Mengacu dari kajiannya nanti bagaimana, kalau berbahaya kita pindah. Itu harus dipelajari dulu, karena itu menyangkut kehidupan,” tukasnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Lokasi Rehab RTLH Sulit, Tentara Harus Pikul Material 
Berita Selanjutnya Jawaban PU Bina Marga, Terkait Penanaman Pohon Pisang Yang Dilakukan Warga

Komentar Anda