UniqMag
spece

Jembatan Ngujang Satu Tulungagung Terancam Ambrol, Ngujang Dua Semakin Eksis

berita terkini
Suasana Jembatan Ngujang dua dari sisi Desa Bukur
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Jembatan Ngujang satu dan Ngujang dua merupakan jembatan yang dilewati jalan raya yang menghubungkan Tulungagung ke Kabupaten lainnya. Jembatan Ngujang satu merupakan jembatan yang telah beroperasi sejak lama, karena menjadi jembatan yang menghubungkan jalan nasional, utamanya dari Kabupeten Tulungagung menuju Kabupaten Kediri. 

Berbeda dari Ngujang satu, Ngujang dua yang terletak di antara Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru dan Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol dan baru diresmikan di awal 2019 ini, keberadaanya semakin dibutuhkan, bukan hanya sebagai akses transportasi namun juga sebagai lahan pengais rejeki. Karena keberadaan jembatan Ngujang dua mampu memperbaiki perekonomian sekitarnya dengan menumbuhkan ekonomi kecil. 

Kini, Jembatan Ngujang satu mengalami nasib yang buruk pasca ambrolnya sebagian talut yang menyangga jembatan. Ditambah dengan derasnya debit air di musim penghujang semakin memprihatinkan kerusakan yang terjadi di jalan akses nasional tersebut.

Meski sejumlah pejabat telah meninjau lokasi kerusakan, namun belum ada tindakan cepat tanggap untuk segera mengatasi kerusakan jembatan atau upaya untuk meminimalisir merembetnya kerusakan. 

Nampak berbanding 100 persen dari keberadaan jembatan Ngujang satu, jembatan Ngujang dua kini semakin eksis dengan munculnya puluhan pedagang kaki lima yang berjualan sekitar jembatan. Bahkan, tren pemuda nongkrong atau sekedar jalan-jalan di sekitar jembatan mulai bermunculan. 

Pendik, Warga Kecamatan Ngunut, saat dijumpai di area jembatan menuturkan, selain banyak pedagang yang berjualan kalau sore hari juga terkadang banyak pemuda yang sekedar nongkrong di jembatan untuk menikmati suasana sore hari.

“Kalau sore ramai, meskipun tidak setiap hari ramai,” paparnya.

Meski demikian, nongkrong yang dilakukan para pemuda diharapkan olehnya menjadi ajang yang positif dan jauh dari kata negatif.

“Nongkrongnya tapi positif, dan harapannya juga begitu untuk pemuda yang lain,” tukasnya. 

Diberitakan sebelumnya, sempat terjadi keributan antar pemuda di awa beroperasinya jembatan Ngujang dua akhir 2018 silam, sebelum jembatan diresmikan. Namun, saat ini kondisi jembatan Ngujang dua telah berbeda jauh ditambah dengan keberadaan puluhan Pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar jembatan.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Polres Lumajang Stop 21 Warga yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi People Power

Komentar Anda