UniqMag
ad

Dinilai Mega Eksplorasi Senyap, Lapindo Sudah Mulai Pengeboran di Jombang

berita terkini
Area pengeboran gas bumi oleh PT Lapindo Brantas (Tampak depan)
ad

JOMBANG,(suarajatimpost.com) - Kegiatan eksplorasi minyak dan gas (Migas) di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tampak sudah mulai ada kegiatan pengeboran semenjak bulan Januari 2019 kemarin.

Dengan sebuah menara menjulang tinggi seakan mirip sebuah menara menara eiffel Paris. Akan tetapi menara tersebut bukanlah sebuah menara wahana wisata melainkan sebuah menara untuk menopang alat pengeboran gas bumi yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas.

Awal mega proyek pengeboran gas bumi tersebut, ketika pembangunan sempat menuai polemik dengan warga sekitar.

Pasalnya waktu pembebasan lahan warga sekitar sebagian tidak mengetahui kalau akan dibangun tempat pengeboran oleh PT Lapindo Brantas, selain itu takut akan terjadi seperti halnya kejadian di Porong Sidoarjo.

Walau saat itu masih terjadi polemik sebuah penolakan oleh warga sekitar, pihak Lapindo tetap melakukan pembangunan, karena dianggap saat mediasi di Balai Desa sebagian masyarakat desa tersebut ada yang pro dan ada yang kontra.

Berjalannya waktu masyarakat yang melakukan penolakan (kontra) seakan patah semangat untuk menyuarakan penolakan, pada akhirnya sekitar bulan Januari 2019 PT Lapindo Brantas bebas melakukan eksplorasi minyak dan gas (Migas). 


Namun aktivitas eksplorasi minyak dan gas (Migas) oleh PT Lapindo Brantas, seakan hampir tidak tersorot oleh publik. Sehingga dinilai sebagai mega proyek eksplorasi
yang senyap.

Menurut Bu Fat (55) Warga Dusun Kedondong Desa Blimbing mengatakan bahwa kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh PT Lapindo Brantas dari bulan Januari 2019.

"Sudah dibor sudah dua bulan ini, Januari, ingat saya hari Kamis Istiqosah Jumat dibor," terangnya. Kamis (14/3/2019).

Sementara, informasi dari sumber terpercaya warga yang bekerja dilokasi pengeboran sempat mengatakan bahwa pengeboran memasuki lapisan bumi yang sensitif dengan longsor sehinggga pengeboran dilakukan dengan kehati hatian.

"Infonya sih sudah kedalaman sekitar 800 meter," ungkapnya pada wartawan.

Reporter : Hariyanto
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Komisi III DPRD Trenggalek Kecewa Hasil Pekerjaan Rumah Sakit Panggul
Berita Selanjutnya Pekan Terakhir, Ini Progress TMMD Jember

Komentar Anda