UniqMag
ad

Soal Mutasi, Bupati Lumajang Sempat Lempar Jawaban dan Jawab Satu Lagi Dengan Mimik Bercanda​

berita terkini
Bupati Lumajang didampingu Wakilnya usai acara pelantikan
ad

LUMAJANG (suarajatimpost.com) - Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang Jawa Timur berjalan. Diera saat ini tepat jelang pemilu 2019, Bupati Lumajang H.Thoriqul Haq membacakan SK yang ditetapkan olehnya, di pendopo Kabupaten, kemarin sore, Jum’at (29/3/2019).

Saat itu, sejumlah pejabat terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan pejabat fungsional dilantik langsung olah Bupati.

Sedikitnya berjumlah 118 orang, dengan rincian pimpinan tinggi pratama (esolon IIB) sebanyak  8 orang, administrator (esolon III) sebanyak 59 orang, pengawas (esolon IV) sebanyak 48 orang dan fungsional sebanyak 3 orang.

Raut wajah penuh ekspresi berbeda dari satu dengan yang lainnya, disetiap pejabat yang tergeser dari jabatan lamanya berpindah pada kursi jabatan yang baru, saat itu nampak tersirat.

Merunduk lesu, riang, bahkan keluar keringat cemas tapi nampak berusaha menarik senyum saat itu tergambar. 

Hal itu searah dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Lumajang pada sejumlah awak media, dimana mutasi jabatan ini salah satu diantaranya penurunan posisi dalam bentuk sanksi.

Dihadapan awak media, Bupati Lumajang sempat melempar jawaban ke wakilnya, Indah Amperawati. Saat ditanya, bagaimana tanggapan Bupati soal merebaknya rumor jika mutasi ini didengung – dengungkan berkaitan dengan pemilu, yang akan dilaksanakan beberapa pekan saja.

“Bunda saja,” ucap Bupati. Lalu diteruskan olah wakilnya, jika mutasi jabatan ini tidak berkaitan dengan pemilu.

“Tidak ada, ini sesuatu yang biasalah dalam birokrasi. Ini bagian dari reformasi birokrasi, salah satunya ya mutasi ini. yakni penempatan orang pada posisi yang benar dan pas,” tukas Wabup.

Ditanya soal jumlahnya yang diduga terlalu banyak dan kapan ada mutasi lagi, kembali Bupati Lumajang dengan mimik bercanda berkata, bagaimana cara jawabnya yang enak.

“Salah yang menduga. Siapa suruh menduga banyak,” ucap Bupati dilanjut tersenyum.

Selebihnya, pria yang akrab disapa Cak Thoriq itu menegaskan, jika mutasi jabatan ini sudah sesuai dengan peratuaran dan mekanisme yang ada.

Dimasa pemerintahan yang dipimpinnya saat ini, dia ingin membuat pola baru bahwa, saya tidak ingin ada persoalan yang tersampaikan tanpa ada penanganan secara dini. Camat harus turun, saya akan buat kesepakatan dengan camat, camat harus tinggal di wilayahnya

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda