UniqMag
spece

Tingkatkan Kualitas Poskestren, Dinkes Probolinggo Gelar Orientasi Pendampingan

berita terkini
Suasana Orientasi Pendampingan
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - Terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas Poskestren (pos kesehatan pesantren), Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengadakan orientasi pendampingan di hotel Paseban Sena, Kamis-Rabu, (10-11/04/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 91 orang peserta terdiri dari pengasuh pondok pesantren, kader santri husada, pendamping ormas, Kemenag (Kementerian Agama), tenaga kesehatan desa/kelurahan serta puskesmas (Promkes dan UKS).

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang konsep dasar poskestren, peran ormas dalam mewujudkan pondok pesantren bersih dan sehat, tata laksana survey PHBS, SMD dan MMPP, gizi bagi santri, kesehatan lingkungan di pondok pesantren serta penyakit-penyakit yang sering terjadi di pondok pesantren.

Materi ini disampaikan oleh narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, ormas Islam PW atau PD serta Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang konsep dasar poskestren, meningkatkan pengetahuan peserta tentang peran ormas dalam mewujudkan Pondok Pesantren bersih dan Sehat.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya Kader Santri Husada tentang gizi santri dan cara menentukan status gizi, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan peserta tentang cara melakukan survey PHBS, SMD dan MMPP, meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren serta meningkatkan pengetahuan peserta tentang penyakit-penyakit yang sering terjadi di Pondok Pesantren,” katanya.

Menurut Rusminah, pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak. Peran serta masyarakat baik perorangan maupun terorganisasi telah terbukti mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat dicapai.

“Peran serta masyarakat secara terorganisasi salah satunya adalah dengan mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Pondok Pesantren sebagai Institusi Keagamaan yang cukup besar sangat strategis membentuk UKBM di lingkungannya yaitu Poskestren. UKBM tersebut di dalam melaksanakan kegiatannya lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif,” jelasnya.

Rusminah menerangkan di Jawa Timur sampai pada tahun 2017 persentase Poskestren dibanding Pondok Pesantren adalah 30,9% dan tahun 2018 sebesar 35,1% dengan tingkat kemandirian Pratama 56,1%, Madya 26,2% untuk tahun 2018. Sementara tahun 2018 dengan Pratama 46% dan Madya 32%.

"Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Poskestren yang terbentuk masih di bawah 50% dengan strata Pratama masih di atas 50% untuk itu kita adakan pendampingan yg tujuan untuk menigkatkan dan kualitas dan kuantitas posketren, kegiatan pendampingan ini sebgai langkah untuk kedepanya supya lebih baik dalam semua kegiatan posketren," pungkasnya.

Reporter : Ubed
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Polres Lumajang Stop 21 Warga yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi People Power

Komentar Anda