UniqMag
Diknas Jombang

Indikasi Penderita TBC di Tulungagung Tinggi, Namun Peduli Berobatnya Masih Rendah

berita terkini
Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka
Berita 1

TULUNGAGUNG, (Suarajatimpost.com) - Di skala internasional, Indonesia menduduki urutan ke tiga dunia sebagai negara penyumbang TBC terbanyak di dunia dengan presentase sebesar tujuh persen, dibawah India dan China. 

Jumlah itu diperparah dengan kecenderungan kepedulian masyarakat untuk melaporkan diri atau berobat yang masih minim. Sehingga menambah permasalahan baru dalam menyikapi permasalahan penyakit TBC. 

Berkaca dari permasalahan tersebut, di Tulungagung, dalam 3 tahun terakhir Dinas Kesehatan mencatat angka estimasi penderita dan yang peduli berobat selalu fluktuasi, namun trennya masyarakat yang peduli untuk berobat atau melaporkan diri masih sangat minim. 

Pada tahun 2017 estimasi penderita mencapai
3.095 jiwa, namun hanya ditemukan 1.043 kasus. Tahun 2018 estimasi penderita mencapai 2.984, namun yang tertangani hanya 1.216 kasus. Dan di tahun 2019 per maret, pihak Dinas kesehatan estimasi sebanyak 2.419 dengan jumlah 345 kasus.

Menyikapi persoalan tersebut, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka membeberkan, penanganan TBC (Tuberculosis) ditanggai dengan serius dengan dibuatnya Perda Kabupaten Tulungagung nomor 4 tahun 2019 tentang penanggulangan tuberkulosis. 

"Awalnya dulu baru Perbup, namun karena bersifat temporary maka kita upayakan Perda. Jadi masyrakat tidak perlu kawatir untuk mengobatkan dirinya bilaman terindikasi TBC," jelasnya. 

Pihaknya menjelaskan, saat ini estimasi jumlah penderita dan yang peduli untuk berobat masih jauh. 

"Jadi kalau tahun ini saja, angkanya masih jauh. Estimasi sekitar 1.000 lebih yang terungkap baru 300 nya saja," terangnya. 

Selain itu, permasalahan tersebut menjadikan kekawatiran penyakit TBC akan menular dengan cepat tanpa ada filterisasi atau pencegahan.

"Di Indonesia belum semuanya ditemukan dan diobati, bisa jadi sumber penyakit berjalan. Bahkan, belum yang terjangkit dari luar negeri, seperti TKI. Termasuk, sebagian yang berobat di Tulungagung, juga pasien dari luar kota," paparnya. 

Pihak Dinkes pun berubaya, untuk memutus tali penularan dengan berbagai program, termasuk dengan dibuatnya Perda yang mengatasi persoalan TBC, dengan jaminan pembiayaan dari APBN maupun APBD.  

"Tbc merupakan salah satu program utama nasional. Pncegahannya memberikan kekebalan kepada anak, bayi, anak pra sekolah, dan atau akhir masa puber," terangnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Pendidikan Adalah Memberikan Nilai-nilai Luhur Kepada Generasi Baru
Berita Selanjutnya Misteri Potongan Kaki di Jalan Tol Jombang Mojokerto, Ada Titik Terang

Komentar Anda