UniqMag
ad

Cerita Pilu di Balik Pengabdian Aiptu Trio Bodi Sebagai Anggota Polri

berita terkini
Aiptu Trio Bodi, Ka. SPKT Polsek Klakah Polres Lumajang Jawa Timur
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) Aiptu Trio Bodi NRP 62090513, anggota Polri yang saat ini bertugas di Mapolsek Klakah Lumajang Jawa Timur, namanya sudah tak asing lagi dimata masyarakat, terlebih ditempatnya bertugas.

Pak Trio, demikian pria berkumis ini dikenal oleh warganya sebagai seorang polisi yang dekat, suka menolong dan tak pandang waktu jika siapapun membutuhkan dirinya, sesuai dedikasinya sebagai anggota polri.

Dibalik senyum dan kegigihannya dalam menjalankan tugas, siapa sangka jika Trio memiliki cerita pilu dan hingga saat ini masih diingatnya.

Kini Trio dikenal sebagai polisi kidal, lantaran jemari tangan kanannya bahis terkena ledakan bondet saat dirinya bersama anggota polisi yang lain, melakukan penggerebekan.

"Dulu, Sabtu (8/11/2014) sekira jam 14:00 wib, polsek Klakah dimintai bantuan dari Probolinggo untuk melakukan penangkapan pelaku 365 yang bernama Sarito bersama rekannya di Desa Kudus. Sarito ditembak mati dan satunya ini dibawa ke kantor," ucap dia membuka perbincangan, Jum'at (17/5/2019). 

Rekan pelaku Sarito saat itu, yang diamankan ke Mapolsek Klakah terus membuka tabir. Lalu berkembang ke Desa Kudus, saat itu dirumahnya seorang Bidan dan almarhum Sayuti baru dapat sebulan meninggal rumahnya dirampok.

"Dan pelaku ini mengakui juga melakukan perbuatannya dengan seorang yang bernama Yanto warga Sumberwringin, pada saat itu juga saya sedang piket dan dapat perintah dari Kapolsek untuk menggerebek rumah Yanto," imbuh Trio.

Dengan wajah merunduk, ia bercerita saat itu dirinya turut menggeledah lemari di rumah Yanto. Ketika jongkok dan menurunkan sejumlah pakaian diturunkan dirinya tak mengira jika disela-sela tumpukan baju itu ada bondet.

"Bondetnya meledak dan habislah tangan saya ini," tukasnya sambil menunjukkan tangannya yang sudah tak ada jari lagi kecuali hanya sisa jari kelingking.

Mirisnya, sampai saat ini, tragedi yang menimpanya itu, tidak ada pengakuan dari pimpinan Polri jika dirinya cidera saat bertugas.

"Saat itu saya dirawat dI RS Bhayangkara. Banyak sih, wartawan tapi rupanya tidak diizinkan untuk meliput," terang Trio lagi, dengan sorot mata tajam mengesankan ingatannya pada peristiwa na'as itu.

Aiptu Trio Bodi mengaku, dirinya telah mengupayakan sejumlah upaya untuk memperjuangkan haknya, akan tetapi hingga kini, kata dia mentah tak membuahkan hasil.

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Komisi 4 DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja OPD
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda