UniqMag
ad

Pemkab Jember Terkesan Mengerdilkan Usaha Kecil

berita terkini
Penyerahan dokumen hasil Muskercab Gapensi Jember
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Ratusan pelaku usaha jasa konstruksi skala kecil di Kabupaten Jember sedang menghadapi masa sulit. Mereka terhambat untuk berkembang karena saat ini dipaksa harus bersaing dengan pengusaha yang lebih kuat.

Hal ini tergambar dari hasil Musyarawah Kerja Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia di Hotel Mulya, pada Rabu 18 Juni 2019. Organisasi ini terdiri dari 213 anggota yang 60 persen masih kategori merintis usaha. 

“Akan kami sampaikan kepada Forum Pimpinan Daerah aspirasi dari teman-teman, supaya ada perubahan kebijakan format paket proyek,” terang Ketua Gapensi Jember, Ninis Fardiani dalam keterangan persnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jember meniadakan jenis proyek penunjukkan langsung. Semua proyek fisik kendati anggarannya lebih kecil dari Rp200 juta harus melalui lelang. Padahal, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa mengamanatkan bahwa batas pengadaan langsung untuk jasa konsultansi akan berubah dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Sedangkan untuk pengadaan barang/konstruksi/jasa lainnya tetap dinilai sampai dengan batas anggaran Rp200 juta seperti beleid sebelumnya pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. 

“Padahal, di daerah lain semua ada penunjukkan langsung. Disini (Jember) kok tidak ada?,” keluh Ninis.

Menurut Ninis, maksud dari penunjukkan langsung adalah untuk mempercepat pekerjaan. Sebab pembangunan fisik yang dibawah Rp200 juta jenis pekerjaan yang sederhana. Penunjukkan langsung juga bermanfaat bagi pengusaha pemula yang tentu masih minim modal dan tenaga kerjanya.

Tiadanya paket penunjukkan langsung di Jember sejak masa Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2018. Dampaknya sangat terasa, menurut Ninis tidak hanya pada anggota Gapensi saja, tapi juga asosiasi yang lain.

Sehingga dia berencana berkomunikasi dengan sejumlah asosiasi jasa konstruksi guna bersama-sama menyuarakan keluhan yang dialami pelaku usaha tingkat bawah akibat dampak tiadanya paket penunjukkan langsung.

Sementara ini Bupati Jember Faida sedang  di Swiss sejak beberapa hari lalu. Upaya mendapatkan konfirmasi terkait masalah ini dengan menghubungi Sekretaris Daerah yang juga Ketua Tim Anggaran Mirfano. Namun, pesan singkat yang dikirim belum juga dibalas sampai berita ini ditulis. (trs)

Reporter : Redaksi
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Aksi Gempa Diduga Diwarnai Pemukulan oleh Menwa IAIN Madura
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda