UniqMag
ad

Terduga Pembunuhan Seorang Wanita Asal Nganjuk Oleh Oknum TNI, Ditangani Denpom Madiun

berita terkini
Lokasi penusukan (Dok SJP)
ad

NGANJUK, (suarajatimpost.com) - Pelaku penusukan terhadap seorang wanita pari baya, Endang Satriani (54) warga Dusun Pandanasri, Desa Lambang Kuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari Sabtu (15/6/2019) oleh Oknum TNI asal Kabupaten Nabire, sudah ditangani oleh Denpom Madiun.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk, Letkol Kav Joko Wibowo bahwa soal perkembangan kasus penusukan yang dilakukan oknum TNI diwilayahnya sesudah ditangani oleh Denpom Madiun.

"Mas, konfirmasi langsung ke Denpom Madiun," jawabnya singkat pada wartawan melalui aplikasi WhatsApp. Rabu (19/6/2019).

Diberitakan sebelumnya, oleh suarajatimpost.com bahwa  penusukan seorang perempuan yang bernama Endang Satriani (54) warga Dusun Pandanasri, Desa Lambang Kuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (15/6/2019) siang. Dilakukan oleh oknum TNI, Korban ditusuk bertubi-tubi hingga korban meregang nyawa setelah dirawat di rumah sakit terdekat.

Pelaku penusukan yakni oknum TNI, Kopda SK (34), tentara aktif di Papua, yang beralamat tinggal di jalan Astama Yonif 753 Rt 10 / Rw 03 Desa Girimulyo, Kecamatan Nabire, Kabupaten Nabire.

Tetangga korban yang berinisial SR (50) menjelaskan bahwa awalnya pelaku berusaha untuk menyelesaikan masalah. Karena korban diduga jadi wanita Idaman lain (WIL) mertua laki laki yang merupakan purnawirawan Polri.

Selain itu infonya pelaku sering dicurhati ibu mertuanya maupun istrinya. Soal WIL dari mertua laki laki yakni Kusno (58) merupakan Purnawirawan anggota Polri yang kebetulan pernah bertugas di Mapolsek Kertosono, Nganjuk.

Disaat perjumpaan antara korban dan pelaku ada juga bapak mertua pelaku disitu sempat ada percekcokan sehingga pelaku naik pitam dan terjadi penusukan. 

Untuk hubungan antara mertua pelaku dan Korban sudah seperti suami istri sah. Karena hari-harinya mertua pelaku (Kusno) berada di rumah korban.

Karena dianggap menelantarkan istri sahnya yang tinggal di Dusun Bogo, Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, terlihat kurus kering tak terurus.

Kelakuan Kusna sempat ditegur oleh anak dan menantu, tapi tak diendahkan pada akhirnya terjadi adu mulut sampai ada penusukan.

"Pak Kusna mengaku sama warga sekitar, sudah nikah siri," terang SR, Minggu (16/6/2019).

Selain itu, keberadaan Kusna di rumah korban beralasan untuk membantu mencarikan pasien kegiatan perdukunan yang selama ini dilakukan korban.

"Ada yang bilang sih, membantu mencarikan pasien," lanjut SR.

Dilain tempat, Kepala Dusun setempat, Sutoyo, mengatakan usai mendengar kabar penusukan oleh pelaku kepada Endang Satriani, dirinya bersama warga melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku saya amankan dirumah saya, akhirnya saya hubungi polisi dan pelaku kemudian diamankan di Koramil Kertosono," kata Sutoyo kepada sejumlah awak media.

Sutoyo, juga menjelaskan bahwa tindakan pelaku diduga karena tidak terima dengan perlakuan bapak mertua (Kusna, red) yang menjalin hubungan gelap dengan korban.

"Akibat dari sabetan senjata tajam, korban mengalami luka sayatan di leher dan dua lubang tusukan di perut sebelah kanan dan kiri," imbuhnya.

Dari pantauan sejumlah awak media waktu mendatangi lokasi kejadian, ada bercak darah masih terlihat segar berceceran di rumah korban.

Sedangkan atas kasus ini pihak Mapolsek Kertosono, masih enggan untuk menjawab saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Hari Pertama PPDB, Sejumlah Sekolah Berlabel Favorit di Tulungagung Over Jumlah Pagu
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda