UniqMag
ad

Setelah Didemo, Ini Hasil Plt Kadindik Jatim atas Sistem Zonasi

berita terkini
Sejumlah wali murid protes tolak sistem zonasi
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Komunitas Orang Tua Peduli Pendidikan Anak SMP Se-Surabaya (KOMPAK) menggelar aksi damai mengenai sistem pendidikan yang disebut Metoda Zonasi yang dirasakan telah merugikan bagi calon murid SMA/SMK di Surabaya.

Koordinator Aksi Kompak, Jospan dalam orasinya di depan Gedung Negara Grahadi mengatakan, ia meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan segera mencabut sistem zonasi karena merugikan anak-anak mereka.

"Sistem zonasi terbukti kacau dalam pelaksanaannya. Banyak anak-anak yang punya nilai tinggi sudah tersisih dari sekolah negeri karena mekanisme jarak yang berubah-ubah dan tidak sistem ranking yang tidak transparan. Anak kita harus sekolah di mana?" tegas Jospan. Rabu, (19/6/2019).

Senada dengan Jospan, Humas Kompak Nila Sawitri menambahkan, spirit dari zonasi PPDB tersebut sebenarnya sudah bagus, namun belum siap.

"Perangkinganya masih awut-awutan, walaupun dekat dengan sekolah, tapi ternyata masih terlempar. Jumlah penduduk yang berada di sekitar sekolah tersebut juga tidak berimbang dengan jumlah sekolah yang ada," imbuh Nila.

Nila pun menuntut agar Pemerintah membatalkan atau menunda dulu sistem zonasi PPDB sampai pemerataan, mutu sekolah, sarana dan prasarana, sampai jumlah sekolah dalam zona sebanding dengan jumlah siswa yang akan sekolah.

"Syarat sistem tahun lalu sudah bagus dan baik-baik saja, kenapa kalau sudah bagus sistem ini harus diubah," herannya.

Selang beberapa waktu kemudian, peserta aksi damai Kompak diterima masuk oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim) di dalam Gedung Negara Grahadi untuk saling berdialog dan membahas solusi permasalahan.

Salah satu siswa surabaya, Attar dalam audiensinya mengatakan, dirinya merasakan sudah enak diterima di sekolah yang diinginkannya. Namun, ia merasa iba dan tidak enak pada teman-temannya yang belum mendapatkan sekolah.

“Padahal, ada teman saya yang berhasil mendapatkan danem 37,6 mau masuk SMAN 15 Surabaya tidak bisa. Teman saya sudah belajar susah-susah di sekolah dan lembaga SSC. Dan dapat zona saja juga tidak bisa,” ungkap Attar sambil menangis pada Plt Kadindik Jatim.

Attar menambahkan, teman-temannya banyak yang curhat pada dirinya dan tak bisa kasih saran. Mereka semua pandai-pandai tapi tidak bisa diterima di sekolah negeri. Sedangkan ada yang malas bersekolah (hasil nilai UN-red) malah diterima di sekolah negeri.

“Itu semua curhatan teman-teman saya yang sesama mengenyam pendidikan di Spensa. Sampai membuat saya berfikir, bagaimana nasib teman-teman saya yang tidak bersekolah,” tandasnya.

Hasilnya, Plt Kadindik Jatim Hudiyono mengambil keputusan bahwa, PPDB SMA/SMK Surabaya dihentikan sementara, sesuai tuntutan perwakilan wali murid yang berunjuk rasa. Hal itu dilakukan sampai menunggu keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). 

"Keputusannya, PPDB ditutup. Kami akan konsolidasi dengan Kementerian mengenai tuntutan wali murid. Dihentikan sementara mulai siang ini," katanya.

Hudiyono mengatakan, usulan para wali murid ini akan disampaikan ke Mendikbud langsung oleh Perwakilan Kementerian yakni, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Bambang Agus Susetyo yang juga mengikuti mediasi.

"Besok itu saya rapat di Jakarta juga, tentang PPDB ini evaluasi, saya juga akan komunikasikan karena ini kasualistik di Surabaya, nanti juga akan saya komunikasikan," tutup Bambang. 

Reporter : Arianto
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Korban Meninggal KM Arin Jaya Sumenep Terus Bertambah, Jumlah Terakhir 21 Orang
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda