UniqMag
ad

Diduga Depresi Warga Ringinpitu Tulungagung Gantung Diri di Ruang Keluarga

berita terkini
Petugas saat olah TKP
ad

TULUNGAGUNG, (suarajatimpost.com) – Warga desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru dibuat gempar rabu (19/6/2019) sore. Sekitar pukul 15.30 Wib,  ST (36) alamat Dusun Ringinagung Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung ditemukan orang meninggal dunia karena gantung diri, di dalam rumahnya. 

Korban ditemukan pertama kali oleh istri korban di dalam rumahnya, tepatnya dengan menggantung di balok kayu antara ruang tamu dengan ruang keluarga dengan menggunakan kawat. Seketika TW (34) yang merupakan istri korban langsung berteriak minta tolong sehingga mengundang warga sekitar rumahya. 

“Pada hari dan tanggal tersebut diatas, saksi yang merupakan istri dari korban sekira pukul 15.30 Wib, terbangun dari tidurnya dan ketika keluar dari kamar tidur terkejut ketika melihat korban (suami) saksi yang sudah dalam keadaan gantung diri di balok kayu antara ruang tamu dengan ruang keluarga dengan mengunakan kawat,” jelas Paur Humas Polres Tulungagung, Bripka Endro Purnomo. 

Seketika istri korban teriak, kemudian warga datang dan berhasil menurunkan korban. 

“Istri korban sambil berteriak teriak minta tolong menurunkan korban, korban berhasil di turunkan dan kemudian digeletakan di lantai dengan posisi terlentang kepala menghadap kearah barat, selanjutnya beberapa saat kemudian datang para tetangga kerumah saksi, Polsek kedungwaru yang menerima laporan kejadian tersebut melalui telephone kemudian bersama sama dengan KA SPKT Polres Tulungagung bersama piket fungsi mendatangi TKP,” terangnya.

Saat pertama kali datang, pihak kepolisian sudah mendapati korban berada di lantai. 

“Ketika petugas datang ke TKP diketahui korban sudah dalam keadaan tergeletak dilantai dengan memakai kaos abu-abu kombinasi merah dan celana kolor warna Hitam dengan posisi kepala menghadap kearah Barat, dan korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia, dari pemeriksaan petugas medis dari Rs. Dr. ISKAK Tulungagung,” ujarnya. 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan petugas Identifikasi Polres Tulungagung tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, keluarga korban selanjutnya menerima kematian korban murni sebagai musibah, dan tidak menghendaki korban dibawa ke Rs. Dr. ISKAK untuk dilakukan otopsi.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya DPRD Tulungagung Prihatin Sistem Zonasi, Pemkab: Akan Kita Rapatkan
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda