UniqMag
ad

Kejari Jember Lakukan Penggeledahan Dinas Perindustrian Perdagangan

berita terkini
Petugas dari Kejari Jember saat lakukan penggeledahan
ad

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Kantor Pemerintah Kabupaten Jember mendadak geger. Sebab, Kejaksaan Negeri Jember tiba-tiba melakukan penggeledahan dan menyita dokumen sebanyak satu koper pada, Kamis (20/6/2019).

Penggeledahan itu buntut dari penyelidikan dugaan korupsi terkait pembangunan sejumlah pasar tradisional. Kejaksaan menengarai adanya penyimpangan sejak tender hingga pelaksanaannya.

Kejaksaan mengerahkan Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi untuk menggeledah enam ruangan yang berada di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral serta Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa yang hasil peleburan antara Unit Layanan Pengadaan dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto menjelaskan, penggeledahan adalah tindak lanjut dari tahap pemeriksaan terhadap sekitar 10 orang saksi. Kesepuluh orang tersebut terkait langsung dengan sejumlah proyek pasar tradisional.

“Nantinya akan disinkronkan antara keterangan saksi dengan bukti-bukti dokumen yang ada,” katanya saat Ponco memimpin langsung kegiatan penggeledahan bersama Kepala Seksi Intelijen Agus Budiarto.

Penggeledahan berlangsung mulai sekitar pukul 13.00-15.30 WIB. Tim dari Kejaksaan mengambil dokumen berupa berkas maupun data mentah dari komputer. Pihak kejaksaan belum banyak mengungkap detail karena alasan kasus dugaan korupsi rehab pasar tradisional masih tahap penyelidikan.

“Selanjutnya akan kami kabari perkembangannya. Masih banyak data dan keterangan yang harus dikumpulkan,” tukas Ponco.

Usai penggeledahan, pihak Pemerintah Kabupaten Jember tidak memberikan klarifikasi. Para pejabat yang terkait dengan masalah ini seperti Ketua UKPBJ Mohamad Qosim maupun Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Anas Ma’ruf berkumpul di salah satu ruangan dan menggelar rapat tertutup. 

Data yang terhimpun sementara ini, dianggarkan rehabilitasi 12 pasar tradisional pada tahun 2018. Namun hingga akhir tahun, hanya 5 pasar yang rampung 100 persen. Sedangkan 7 pasar sisanya masih belum selesai digarap oleh rekanan.

Oleh karena melewati batas tahun anggaran, maka rekanan yang belum merampungkan tugasnya dibayar sesuai prestasi pekerjaannya. Sedangkan sisa pekerjaan yang belum selesai, dilakukan perpanjangan waktu dengan pemberlakuan denda 1/1000 dari nilai proyek setiap harinya sampai 50 hari. Selanjutnya pembayaran proyek melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2019.

Rehab pasar tradisional sejatinya dimulai sejak 12 Oktober 2018 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2018. Namun, meleset dari rencana awal, yakni hanya 5 pasar yang selesai dari proyek sebanyak 12 pasar.

Pasar Tanjung 95,12 persen, pasar Tegal Besar 98,29 persen, pasar Bungur 90 persen, pasar Kreongan 88,20 persen, pasar Tegal Boto 90,49 persen, pasar Kalisat 94,14 persen dan pasar Manggisan 55,46 persen. (trs)

Reporter : Redaksi
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Prioritaskan Pelabuhan Nusantara Prigi
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda