UniqMag
ad

Era Revolusi Industri 4.0, BPJS Gunakan Finger Print untuk Mempercepat Pelayanan

berita terkini
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - BPJS Kesehatan memperluas penerapan ’finger print’ bagi peserta JKN-KIS yang akan mengakses layanan. Peserta JKN-KIS kini diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu menggunakan finger print. Sebab BPJS Kesehatan kini sudah memasuki Revolusi Industri 4.0 yang serba digital.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata mengatakan, penerapan layanan menggunakan finger print kini sudah dimulai sejak akhir Mei lalu.

"Kami sudah mulai menerapkan sistem finger print atau sidik jari sejak akhir Mei 2019. Kami akan terus memperluas pelayanan kesehatan untuk memberi kemudahan dan kepuasan peserta KIS," ucapnya saat acara halal bihalal BPJS Kesehatan di Rumah Makan Mang Kabayan, Jl. Ketintang Madya No. 156, Kel. Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya. Minggu, (23/6/2019).

"Dengan memanfaatkan digitalisasi seperti finger print, proses klaim ke rumah sakit tentu akan lebih cepat juga," tambahnya.

Penggunaan finger print atau sidik jari ink mempermudah pihak BPJS Kesehatan sendiri. Dengan adanya sistem terbaru ini proses klaim dari pihak rumah sakit ke BPJS Kesehatan akan lebih efisien.

Saat ini peserta BPJS Kesehatan Cabang Surabaya tercatat kurang lebihnya sebanyak 2.745.000 jiwa. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua, yaitu peserta yang Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 1.026.000 jiwa, sedangkan peserta bukan Penerima Bantuan Sebanyak 1.718.000 jiwa. 

Reporter : Arianto
Editor : Mu'ezul Khoir
ad
Berita Sebelumnya Pendapatan Kabupaten Probolinggo Capai 738 Miliar
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda