UniqMag
ad

Impian Pendidikan Tidak Terhenti dengan Jarak

berita terkini
Ketua Umum HMI Koorkom Unesa Khairul Anam
ad

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Istilah “Pendidikan” sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, pada dasarnya pendidikan sebagai sarana untuk menguatkan kualitas dan potensi diri.

Isi dari pendidikan merupakan suatu proses transfer of knowledge, transfer of value dan transfer of culture and transfer of religius, semua itu diarahkan pada upaya mengembangkan kualitas Sumber Daya manusianya.

Sehingga terciptanya masyarakat yang mempunyai taraf hidup sejahtera, baik secara pribadi, keluarga maupun kelompok masyarakat. 

Oleh sebab itu pendidikan menjadi bidang yang sangat penting dan mendapatkan perhatian yang serius, bagi penyelenggara pendidikan. Tugas negara atau pemerintah untuk berkomitmen mencerdaskan kehidupan warga negaranya.

Sebagaimana tercantum dalam  UUD 1945 dalam memperoleh hak asasi manusia yang dirumuskan dalam pasal 28 c ayat 1 menegaskan: “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan udaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Merujuk dalam landasan tersebut setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak.

Pemerintah secara terus menerus melakukan upaya perbaikan dan pemerataan kualitas Pendidikan di Indonesia. Salah satunya kebijakan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB ) yang baru-baru ini menimbukan kegaduhan di masyarakat.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, sekoah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah kejuruan.

Dalam aturan tersebut ada tiga jalur sistem PPDB yang digunakan Pemerintah yaitu sistem zonasi, prestasi dan mutasi perpindahan orang tua. 

Dari ketiga jalur yang diterapkan, sistem Zonasi merupakan sistem penerimaan berdasarkan jarak alamat peserta didik dengan sekolah. Tidak lagi menggunakan Nilai Ujian secara murni akan tetapi sistem zonasi memperhitungkan kedekatan peserta didik dengan sekolah. 

Sistem Zonasi yang diterapkan pemerintah menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat, bahkan ada yang mendorong agar Presiden melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan supaya mencabut aturan sistem Zonasi ini.

Mereka beralasan sistem tersebut menghalangi peserta didik untuk masuk pada Sekolah Negeri favorit/unggulan.

Sistem zonasi memang menimbulkan kegaluan dalam masyarakat. Akan tetapi dengan sistem ini diharapkan setiap warga negara bisa mendapatkan pendidikan dan berhak diterima oleh sekolah yang ada di wilayah Zonasinya.

Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya lantaran terkendala biaya transportasi. Selain itu, sistem Zonasi secara tidak langsung menghapus anggapan masyarakat tentang sekolah favorit dan tidak favorit yang sering kali salah kaprah sehingga menimbulkan gap. 

Melalui sistem Zonasi menjadi pendidikan karakter bagi peserta didik, dimana mereka akan terbiasa bergaul menjadi satu ditengah keanekaragaman kemampuan akademik.

Dengan demikian lingkungan sekolah akan mengajarkan toleransi dan terbiasa menghargai satu sama lain ditengah perbedaan kemampuan yang dimilikinya. Tidak saja berdampak bagi peserta didik akan tetapi Zonasi mendorong Guru supaya lebih kreatif dan inovatif karena menghadapi murid yang beragam. 

Kebijakan tersebut juga harus diimbangi dengan upaya penyamarataan infrastruktur, sarana prasarana dan Sumber daya Manusia (Guru) yang sama bagi setiap Sekolah.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemerintah khususnya berkaitan dengan persebaran Guru yang unggul juga harus di sebar ke daerah-daerah pelosok agar supaya kualitas Guru juga merata disetiap daerah.

Upaya pemarataan pendidikan harus bersifat holistik tidak saja dari segi input (Peserta didik) namun fasilitas sekolah masih cenderung diskriminatif. 

Oleh : Khairul Anam - Ketua Umum HMI Koorkom Unesa

Reporter : Arianto
Editor : Mu'ezul Khoir
ad
Berita Sebelumnya Pelanggan Usia Lanjut Bisa Segar Bugar, Kunjungi Prodia Senior Health Centre Surabaya
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda