UniqMag
ad

PPDB Zonasi SMPN 2 Rejotangan Dapat 5 Siswa, Miris dan Tragis!! Ini Sorotan Dewan Pendidikan Tulungagung

berita terkini
Suasana PPDB tahun ini, berada di salah satu sekolah
ad

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) – PPDB sisem zonasi, kini menjadi pro dan kontra bagi sebagian masyarakat luas. Namun, salah satu kejadian yang begitu memprihatinkan ketika salah satu sekolahan berstatus Negeri dan berada di wilayah akses jalan nasional sangat sepi peminat.

SMPN 2 Rejotangan, yaitu satu-satunya sekolah dengan penerima siswa tersedikit di Tulungagung bahkan mungkin satu Indonesia jika menilik statusnya yang berlabel Negeri.

Jika melihat letak sekolah, SMPN 2 Rejotangan tidak berada di wilayah pinggiran, malahan tepat berada di akses jalan nasional. Secara sarana dan prasarana, juga tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya. 

Namun, akibat sistem zonasi sekolah tersebut menjadi sepi peminat. Hal itu, telah tercemin dari jumlah siswa pada PPDB tahun kemarin dengan hanya menerima sekitar 25 siswa ata satu rombel saja. 

Supriyono, Ketua Dewan Pendidikan Tulungagung membeberkan, jika semua teori apapun terkait dengan PPDB itu bagus, namun kendalanya selama ini saat penerapannya di lapangan.

“Sebenarnya semua teori itu bagus, tapi kita harus mempertimbangkan kondisi reel di lapangan, dan secara luas di Indonesia belum memiliki kualitas yang merata di wilayah pinggiran,” ujarnya.

Lebih lanjut Supri menyinggung wilayah pinggiran di Tulungagung, yang juga belum memiliki kualitas yang setara dengan skeolahan yang berada di kota.

“Jadi mereka, yang berada di pinggiran mereka ingin mendapatkan fasilitas yang bagus, kan fasilitas juga menjadi masalah utama yang menjadi pertimbangan bagi calon pendaftar,” paparnya. 

Terkait evaluasi zona yang didengungkan oleh kementerian pendidikan, pihaknya menyambut baik hal tersebut, karena PPDB dengan sistem zonasi layak di kaji ulang.  

“Evaluasi zona kita menyambut baik, dan keputusan menteri itu banya layak dipertimbangkan ulang,” tukasnya.  

Harapan dari Dewan Pendidikan, sistem PPDB segera mendapat kajian ulang dan penataan kembali oleh berbagai pihak terkait khususnya pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan. 

“Ya ditatalagi biar tidak ada pihak yang merasa dirugkikan. Karena kami banyak menerima laporan masuk, banyak yang kurang respect kepada pemerintah jadinya,” terangnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Mu'ezul Khoir
ad
Berita Sebelumnya Macet Tiap Hari di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan, Warga Desak Pemkab Bertindak
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda