UniqMag
ad

Dinas Pertanian Dan Pangan Trenggalek Mendapat Sorotan dari Fraksi Persatuan Indonesia Sejahtera

berita terkini
Rapat Paripurna pandangan umum Fraksi DPRD Trenggalek
Berita 1

TRENGGALEK, (suarajatimpost.com) - Rapat paripurna DPRD Trenggalek dengan agenda, pandangan umum Fraksi terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018, di ikuti 30 anggota dewan, Kamis (27/6/2019). Subadianto Ketua Fraksi persatuan Indonesia Sejahtera mengatakan, realisasi pendapatan daerah kabupaten Trenggalek tahun 2018, secara umum melampaui target yang ditetapkan, sebesar (102.28 persen).

Demikian juga capaian realisasi PAD (pendapatan asli daerah) juga mampu melampaui target 233,8 Milyar lebih, atau (106.16 persen).

Tetapi kata Subadianto, secara nominal angkanya masih jauh lebih rendah, dibandingkan dengan capaian tahun 2017 yang lalu, dimana angkanya mencapai 253 milyar lebih.

Berarti ada penurunan nilai sekitar 20 milyar, ungkapnya. Capaian yang besar tersebut menurut Subadianto, masih dari sektor pendapatan pajak, yang nota bene lebih banyak membebani rakyat kecil.

Karena itu Fraksi Persatuan Indonesia Sejahtera, berharap pemerintah membuat terobosan dan ide ide baru, untuk menggenjot perolehan PAD, dari sektor yang tidak membebani rakyat.

Ditambahkan, capaian kinerja keuangan 18 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) target pendapatan masing masing OPD mengalami kemajuan, dibandingkan tahun kemarin. Tahun 2018 hampir semua OPD melampaui target pendapatan, kecuali dinas Pertanian dan Pangan.

Dari target Anggaran 247 juta 400 ribu rupiah, hanya terealisasi 62 juta 288 ribu 750 rupiah, atau hanya ( 25.18 persen ).

Padahal kata Subadianto, Dinas Pertanian dan Pangan ini termasuk OPD yang penyerapan anggaran belanja nya cukup tinggi, yaitu sebesar 39 milyar lebih, ini harus mendapat perhatian serius dari bupati, karena dari 18 OPD, Dinas Pertanian ini yang tidak mencapai target.

Lebih lanjut Subadianto juga menyoroti masalah SILPA pada tahun anggaran tahun 2018 cukup tinggi, yaitu sebesar 240 milyar 280 juta 287 ribu 804 rupiah 84 sen, bahkan ada kecenderungan naik dari tahun tahun anggaran sebelumnya.

Apapun alasanya, tinggi nya SILPA menunjukkan masih lemahnya kinerja pemerintah, dan ketidak cermatan perencanaan belanja. Karena dari SILPA sejumlah 240 milyar lebih tersebut, yang 111 milyar lebih merupakan SILPA bebas.(Tatang)

Reporter : Tatang
Editor : Mu'ezul Khoir
Berita 2
Berita Sebelumnya Pemkab Tulungagung Nyatakan Optimis Menang Dalam Hadapi Gugatan 3 PNS Dipecat
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda