UniqMag
ad

Mimpi Samanhudi, Menjadikan Banyuwangi Sebagai Sentra Beras Organik

berita terkini
(Kanan) Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Difi Achmad Johansyah (Tengah) Samanhudi (Kiri) Penyuluh Dinas Pertanian Banyuwangi
ad

BANYUWANGI, (suarajatimpost.com) - Samanhudi (57) seorang petani Warga Desa Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi mempunyai keinginan dan bermimpi menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai sentra produksi pertanian beras organik.

Berawal dari sebuah pemikiran dan inspirasi bagaimana pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap alami.

Dimulai pada tahun 2012, dirinya nekat melawan resiko memulai sendiri mananam beras organik dan kemudian perlahan-lahan mengenalkan kepada masyarakat, bagaimana manfaat dan pentingnya mengkonsumsi beras alami.

Pada saat itu, masyarakat sekitar Banyuwangi masih banyak yang belum mengenal apa manfaat dan kegunaan beras organik.

Tidak mudah, untuk mengajak masyarakat beralih dari kebiasaan kimia menuju organik. Karena masyarakat sudah terbiasa dengan cara instan menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia.

Seiring waktu usaha Samanhudi mulai menghasilkan, bahkan dirinya tidak segan-segan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar dan menjelaskan kelebihan beras organik.

Bahkan, salah satu beras merah dipercaya masyarakat untuk menyembuhkan salah satu penyakit kronis yang ada di dalam tubuh.

“Tidak mudah mengajak kepada masyarakat. Bahkan, saya ditertawakan. Awalnya kami mencoba sekitar 2 hektar, tidak semua bisa menerima. Alhamdulillah sukses, setelah saya berikan hasil berasnya kemudian dimasak, rasanya jauh lebih punel, lebih tahan lama dan tidak basi dari situlah mereka mulai melirik, ” jelasnya.

Berkat kesabaran dan keuletan yang dilakoninya, ternyata mulai berbuah manis. dirinya sudah mempunyai kemitraan dengan masyarakat menanam padi organik seluas 42 hektar, yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Adapun jenis padi yang ditanam adalah beras putih organik, beras merah organik, beras hitam dan beras campur yang diberi nama ’Germinasi’.  

Sampai saat ini, harga di pasaran sangat jauh dibandingkan dengan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat, beras putih bisa mencapai harga Rp.18.000/kg, beras merah Rp.40.000/kg, beras hitam 45.000/kg, dan Germinasi 40.000/kg.

Tidak hanya itu, dirinya sudah berani mendirikan Koperasi yang diberi nama Koperasi Mendo Sampurno yang diperuntukan khusus petani beras organik dan sudah beranggotakan 135 orang.

Mimpinya mulai menjadi kenyataan, saat tim CSR BNI Cabang Jember memberikan bantuan untuk mengembangkan usahanya untuk bisa lebih maju lagi.

“Kami merasa terbantu dengan Bank Indonesia, kami menerima bantuan CSR hibah berupa peralatan yang sangat kami butuhkan. Sehingga usaha kami semakin bekembang, bahkan kami sudah bisa memasarkan ke supermarket dengan kemasan cantik yang kami produksi dengan alat yang dibantu oleh BNI,” tambahnya.

Adapun bantuan yang diberikan seperti  mesin giling, alat pengolahan pupuk, pengemasan, dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk mengembangkan hasil produksi.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Difi Achmad Johansyah, juga mengaku bangga dengan kegigihan para petani yang dipimpin oleh Samanhudi. Bahkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan komunikasi intensif.

“Bank Indonesia melihat ada potensi beras organik di Kabupaten Banyuwangi, kebetulan kami ada Program Klaster, sehingga kami coba berikan kepercayaan ini kepada petani Banyuwangi,” ujar Divi saat menghadiri acara panen raya beras organik, Rabu,(26/04) di Desa Singojuruh Banyuwangi.

Dirinya juga menambahkan, bahwa bantuan hibah tersebut juga berupa bantuan teknis penyuluhan bagaimana para petani bisa mengelola tanamannya dengan baik.

        

“Bantuan juga berupa teknis pembinanaan, yang paling pokok bagaimana di Banyuwagi ini bisa menjadi sentra beras organik di Jawa Timur. Kami juga akan berupaya bagaimana para petani mendapatkan sertifikasi pertanian internasional," jelasnya. 

"Sehingga, kita bisa bisa eksport ke luar negeri murni dari hasil dari Banyuwangi dari Koperasi Mendo Sampurno ini,” tambahnya.

Divi juga menyebut, ada beberapa lokasi yang sudah dibantu seperti Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo yang juga konsen menjadi binaan Bank Indonesia. Tidak menutup kemungkinan di daerah lain bisa mendapatkan bantuan serupa.

Samanhudi dan Bank Indonesia berkomitmen akan menjadikan Kabupaten Banyuwangi menjadi lumbung beras organik andalan di Jawa Timur.

Pada tahun 2018 akan menambah tanaman padi organik seluas 200 hektar dan menargetkan Banyuwangi, sebagai pemasok eksport komoditi beras organik andalan di kancah perekonomian dunia.

Reporter : Imam Khairon
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda