UniqMag
ad

Alumni IPB Bogor 'Jatuh Hati' dengan Tanaman Padi Organik Banyuwangi

berita terkini
(Kiri) alumni Institut Pertanian Bogor Shohib Qomadillah (Kanan) Penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Bambang Purwo Darminto
ad

BANYUWANGI,(suarajatimpost.com) - Salah seorang alumni Institut Pertanian Bogor Shohib Qomadillah (34) mengaku ‘jatuh hati’ dengan tanaman padi organik yang dilakukan oleh petani Banyuwangi.

Menurutnya, selama ini masyarakat Banyuwangi masih banyak yang belum mengetahui bagaimana manfaat bertani padi organik.

Sehingga, dirinya merasa terpanggil bergabung bersama beberapa alumni sarjana pertanian perguruan tinggi lain, untuk ikut bergabung dengan Koperasi Mendo Sampurno, yang dipimpin oleh Samanhudi yang saat ini menjadi binaan Bank Indonesia.

“Memang masyarakat masih memandang bahwa bertani padi organik itu ruwet, karena ada aturan bagaimana melakukan cocok tanam yang baik agar hasilnya maksimal, kita akan sosialisasi terus.  Dulu kami minim peralatan. Bersyukur ada dari BNI Cabang Jember bisa memberikan bantuan alat,” katanya saat menghadiri acara panen perdana bersama BNI dan Pers,(26/04) di Singojuruh Banyuwangi.

Mahasiswa jurusan Pasca Panen tersebut juga mengaku diberikan kepercayaan oleh Ketua Koperasi untuk menjadi manajerial pemasaran saat musim panen tiba.

“Saya bagian manajer pemasaran, masyarakat setelah tau manfaatnya, perlahan-lahan jatuh cinta bagaimana bertani alami itu tanpa harus merusak lingkungan. Pupuknya dari bahan alami seperti kotoran hewan dan kompos jadi ramah lingkungan,” jelasnya.

Diakuinya, kalau kondisi tanah pada saat ini sudah mulai rusak dan terkontaminasi oleh bahan kimia sehingga tingkat kemasaman tanah tinggi. Sehingga tidak heran kalau hasil yang diperoleh membawa dampak kepada manusia sendiri.

“Kami mahasiswa IPB Bogor beberapa kali melakukan penelitian dan penyuluhan di Banyuwangi, di sini sangat prospek dan saya sangat yaqin Banyuwangi akan menjadi sentra padi organik beras merah. Selain durian merah yang memang sudah terkenal,” tutup Shohib.

Sementara penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Bambang Purwo Darminto, mengaku sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung petani Banyuwangi.

“Bantuan CSR dari BNI Jember sangat bermanfaat bagi para petani, karena saya sendiri penyuluhnya yang tau. Dulu kita kesulitan karena peralatan terbatas. Sekarang, kami merasa terbantu,” akunya.

Bambang berharap, pihak BNI masih terus memberikan suport kepada para petani banyuwangi. Sehingga, apa yang menjadi harapan Banyuwangi menjadi sentra beras organik bisa tercapai.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
ad
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Wabup Mojokerto Ingatkan Penuhi 8 Tuntutan Smart ASN

Komentar Anda